top menu

Kompolnas Dan PWRI Desak Kasus Penganiayaan Perwira Polri Diusut Tuntas

Anggota Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan mendesak aparat Kepolisian untuk segera menindak lanjuti terkait kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) terhadap dua perwira Polda Metro Jaya.

Silaturahmi Dandim 0503/JB dan Koramil se-Jakbar dengan Pengurus Pokja Jakbar

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0503/JB menggelar silaturahmi dengan Kelompok Kerja (Pokja) wartawan cetak dan elektronik Jakarta Barat (Jakbar) di Makodim 0503/JB, Jalan S Parman, Jumat (13/3).

Aparat Kepolisian Bentrok Dengan Ormas Pemuda Pancasila

Ratusan kader Pemuda Pancasila bentrok dengan aparat kepolisian di Jalan Cokro Aminoto, Ciledug Raya, Tangerang, sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (10/5/2015).

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Potret Buram Pendidikan di Indonesia

“Siswa SMK 35 PGRI Jakarta, tewas dikeroyok”

Jumat, 13 Maret 2015

JAKARTA: Silaturahmi Dandim 0503/JB dan Koramil se-Jakbar dengan Pengurus Pokja Jakbar



JAKARTA- Komandan Distrik Militer (Dandim) 0503/JB menggelar silaturahmi dengan Kelompok Kerja (Pokja) wartawan cetak dan elektronik Jakarta Barat (Jakbar) di Makodim 0503/JB, Jalan S Parman, Jumat (13/3) sekitar pukul 15.00 WIB petang.

Acara silaturahmi dihadiri para Pasi Kodim 0503/JB dan para Danramil diantaranya Pasi Inteldim 0503/JB, Kapten Inf Jefriansen Sipayung, Dan Unit Inteldim, Lettu inf Mulyono dan para Danramil se Jakbar, Ketua Pokja Jakbar, Mahmud Satria dari Forum Betawi Rembug (FBR), Sekretaris, Bram Lesmana Naibaho dari koran Cakrawala, Humas Pokja Jakbar, Budi S dari Harian Pelita.

Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Arh Riksawan Ardhianto,SIP menyampaikan ucapan terima kasih kepada para para wartawan sebagai mitra kerja dalam mengemban tugas yang selama ini telah bekerja sama dengan baik dan berharap jalinan silaturahmi dapat berlanjut.

Menurutnya, media memiliki peranan yang sangat penting, bisa membentuk opini atau merubah opini dan dapat memberikan pandangan kepada masyarakat yang bisa membuat pemberitaan berimbang dan obyektif, atau sebaliknya.

Seperti dicontohkan Dandim 0503/JB, yang muncul hanya berita negatif saja, sementara kegiatan yang positif yang sudah dilakukan misalnya, karya bakti TNI, pembagian sembako, pengobatan gratis, membantu korban banjir, pembersihan sungai Ciliwung dan lainnya dalam pemberitaannya masih kurang.

"Karena itu, peran media sangat penting menentukan pemberitaan yang berimbang dan obyektif," kata Dandim 0503/JB di hadapan para wartawan.
Dandim juga menyampaikan terima kasih kepada para wartawan yang telah banyak berbuat dengan mempublikasikan kegiatan TNI, dalam hal ini Kodim 0503/JB dengan jajarannya, sehingga dengan pemberitaan melalui media baik cetak maupun elektronik memberikan penilaian yang optimis bagi TNI, dan khususnya bagi jajaran Kodim 0503/JB.

"Mudah-mudahan kedepan, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin untuk saling tukar informasi, saling mengenal, dan mempererat tali silaturahmi antar sesama. Karena silaturahmi adalah suatu hal yang luar biasa yang tidak ada ruginya," kata Dandim 0503/JB.

Letkol Arh Riksawan Ardhianto berharap, dengan hubungan yang sudah terbina selama ini dapat terus dilaksanakan untuk bisa mendukung kegiatan dari Kodim 0503/JB dan juga dalam membantu pemerintah dan masyarakat Jakbar didalam menjaga keutuhan NKRI.

Akhir silaturahmi,Dandim 0503/JB memberikan cindera mata berupa patung seorang prajurit sedang membawa rangsel kepada Pokja Jakbar yang beranggotakan wartawan, LSM, dan ormas yang diwakili Ketua Pokja Jakbar Mahmud Satria.(Hl|dr)

JAKARTA: Kompolnas Dan PWRI Desak Kasus Penganiayaan Perwira Polri Diusut Tuntas



JAKARTA- Anggota Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan mendesak aparat Kepolisian untuk segera menindak lanjuti terkait kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) terhadap dua perwira Polda Metro Jaya, Kompol Budi Hermanto dan Kompol Teuku Arsya Khadafi di Bengkel Kafe SCBD beberapa waktu lalu.

Dikatakan Edi Hasibuan, bahwa penyidik Polda Metro Jaya tidak “mempetieskan” laporan pengelola Bengkel Kafe SCBD terkait dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) TNI,” tegasnya.

“Semua taat hukum tidak ada Warga Negara Indonesia yang kebal hukum,” kata Edi Hasibuan saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu (11/3).

Edi juga meminta penyidik kepolisian menindaklanjuti dugaan penganiayaan oknum Pomal TNI terhadap dua perwira Polda Metro Jaya Tersebut, dan Kompolnas tidak setuju jika laporan penganiayaan terhadap anggota Polri dihentikan karena barang bukti sudah lengkap,” tegas Edi.

Jika proses hukum dugaan penganiayaan itu dihentikan, Edi mengatakan akan berdampak buruk terhadap setiap anggota Polri yang menjadi korban penganiayaan oknum TNI.

Sementara itu, Ketua Pengurus Setara Institute Hendardi menyatakan penyidik kepolisian tidak boleh diskriminasi menyikapi laporan pengelola Bengkel Kafe.

“Seperti yang kerap disuarakan polisi dalam ketegangan KPK-Polri bahwa setiap laporan masyarakat mesti ditindaklanjuti,” ungkap Hendardi.

Menurut Hendardi sekalipun dugaan pelakunya oknum TNI namun operasi gabungan itu juga melibatkan unsur Polri.

Saat operasi gabungan, Hendardi mengungkapkan diduga terjadi tindak penganiayaan terhadap anggota Polri termasuk kerugian yang dialami pengusaha tempat hiburan.

Sehingga tidak ada alasan penyidik kepolisian untuk menghentikan atau mempetieskan kasus tersebut, ungkap Hendardi.

Termasuk pihak kepolisian menjamin keamanan masyarakat karena Polri memiliki otoritas dalam melindungi keamanan warga.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengaku akan menelusuri proses hukum laporan pengelola Bengke Kafe itu.

Sementara itu Ketua Umum PWRI disinggung terkait masalah yang terjadi terkait kasus tersebut mengatakan, Sudah sepantasnya Polri mengusut dan menidaklanjuti kasus tersebut, dan jangan dibiarkan apalagi dipetieskan.

Karena menyangkut hak asasi seseorang, terlebih korbannya adalah perwira Polri yang terbilang masyarakat pilihan bangsa Indonesia, calon pemimpin masa depan di Kepolisian", tegasnya siang tadi jumat(13/3) di ruangan kerjanya dibilangan Jakarta Timur.(dnl|dedy)


CIANJUR: Jalan Tanjakan Huut jalur Bandung-Cianjur kondisinya Rusak Parah Serta Amblas



CIANJUR- Pengguna jalan keluhkan rusaknya jalan tanjakan Huut jalur Bandung-Cianjur. Selain rusak parah, jalan amblas dan berlubang, hal ini sangat membahayakan para pengguna jalan.

Pantauan MMN.com, sampai saat ini pihak PU Binamarga belum ada tindakan untuk mengantisipasi dan perbaikan jalan tersebut. Dikatakan Maman (50), salah seorang supir truk yang biasa melintasi jalan tersebut mengeluhkan dengan kondisi jalan tanjakan Huut yang rusak parah.

“Jalan tanjakan Huut kondisi kerusakannya sudah semakin parah, padahal jalan tersebut merupakan akses utama bagai warga Cianjur Selatan menuju Bandung”, katanya kepada MMN.com, Jumat (13/03/2015).

Ditambahkan Maman, “bagaimana tidak membahayakan kondisi jalan sudah bergelombang, amblas pas posisinya di tengah-tengah tanjakan, jadi ketika mobil truk melewati tanjakan Huut harus pelan sehinga mobil tidak kuat untuk melaju. Harapan saya kepada pihak PU Binamarga untuk segera memperbaiki dan memperlebar tanjakan Huut Sukabakti Naringgul, Cianjur’, terangnya.

Hal senada disampaikan Tutang (39), salah seorang warga di Desa Sukabakti, Naringgul, Cianjur, banyaknya kendaran yang melintas meyebabkan kerusakan jalan semakin parah, apa lagi pada saat turun hujan.

“Kalau tidak segera diperbaiki jalan tanjakan Huut, saya khawatir adanya kecelakan sebab posisi jalan yang bergelombang dan amblas parahnya pas ditengah-tengah tanjakan Huut”, jelasnya.

Masih menurut Tutang, anehnya pihak PU Binamarga tidak segera memperbaiki jalan tanjakan Huut, padahal jalan ini akses bagai warga Cianjur Selatan menuju Bandung dan para wisatawan menuju pantai Jayanti.

“Mingu kemarin ada salah satu penguna jalan yang mobilnya terjungkal dikarenakan tidak kuat menanjak”, terang Tutang.(Jay) 

CIANJUR: Teror Begal Resahkan Warga Cianjur Selatan



CIANJUR- Masyarakat Naringgul-Cidaun, Cianjur Selatan, resah dengan adanya teror begal yang diduga beraksi dijalan Bandung-Cianjur, tepatnya dijalan Lewi Orok, Pangisikan kebun teh Rancabali, Bandung.

Seperti dikatakan Unang (45), salah seorang warga Balegede, Naringgul, Cianjur, mengatakan bahwa belakangan ini warga dibuat resah dengan adanya aksi teror begal.

“Warga resah dengan adanya aksi teror begal terutama para sopir dan pengendara pengguna jalan”, ujar Unang kepada MMN.com memberikan keterangan, Jumat (13/03/2015).

Masih menurut Unang, dampak dari aksi teror begal sangat terasa sekali bagi pedagang yang ada di pinggiran jalan Bandung-Cianjur. Sepinya pengunjung untuk berwisata ke Pantai Jayanti belakangan ini sangat sepi di karenakan takut dengan adanya aksi teror begal.

Solihin (35) warga Naringgul membenarkan adanya aksi kejahatan tersebut, dengan apa yang dialaminya. Dikatakan Solihin yang berprofesi sebagai penggesek kayu/ jual beli kayu menceritakan, bahwa saat dirinya berangkat untuk menjual kayu hasil olahannya dengan tujuan Bekasi, dirinya di pepet dan dihadang oleh beberapa orang dengan menggunakan mobil hitam Avanza dengan memakai penutup wajah, sekitar pukul 3 dini hari.

“Tiba-tiba mobilnya dihadang dan 2 orang mendatanginya dan meminta paksa uang sejumlah 1 juta rupiah di jalan jalur Bandung-Cianjur. Dikarenakan takut dan dikira aksi begal akhirnya uang diberikan seluruhnya yang ada pada dirinya sebesar rp 200 ribu. Padahal uang itu untuk membeli solar pa..,” ujarnya kesal.
“lampu peneranganpun saat ini sangat kurang, sehingga jalan tampak gelap dan rawan akan kejahatan”, pungkasnya.

Warga berharap dengan adanya kejadian yang menimpa beberapa korban berharap pihak berwajib khususnya Kepolisian Polres Bandung, Polsek Ciwiday dan Polsek Naringgul Cianjur untuk melaksanakan patroli dijalur tersebut supaya para penguna jalan merasa nyaman dan tenang kalau melintasi jalur itu.(Jay)

JAKARTA: Sosialisasi Harga Eceran Tertinggi Lpg 3kg Ditingkat Pangkalan



JAKARTA- Walikota Jakarta Barat Anas Effendi bersama Sudin Energi dan Perindustrian serta Hiswana Migas mengadakan sosialisasi Pergub Provinsi DKI Jakarta No.4 tahun 2015 tentang harga eceran tertinggi Lpg 3kg ditingkat pangkalan, Kamis (12/03/2015).

Dikatakan Anas Efendi agar para agen tidak boleh menaikkan harga gas Lpg seenaknya tanpa mengikuti aturan yang ada.

“Pihak Pertamina sudah diberikan keuntungan oleh Pemerintah, oleh karena itu tidak boleh dinaikkan seenaknya sendiri dan harus mengikuti peraturan yang sudah diatur melalui Pergub No.4 DKI Jakarta”, ujar Anas.

Ditegaskan Anas, bahwa Diminta agen tidak menjual Elpiji 3 kilo melebihi ketentuan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, untuk gas ukuran 3 kilo Rp16 ribu.

“Pertamina harus menyediakan stok yang cukup untuk kosumsi masyarakat Jakbar dan juga terus memantau kalau ada penyelewengan oleh oknum dalam penyalurannya agar tepat sasar”, katanya.

Humas Hiswana Migas Sukron saat diwawancarai mengatakan, sosialisasi ini dibagi dua season. Untuk hari ini hadiri sekitar 250 orang pemilik pangkalan gas elpiji yang ada di Jakbar.

“Wilayah Jakbar ada 600 pangkalan gas Lpg 3 kg dan 12 kg yang harus disuplai setiap hari yang akan melayani kebutuhan masyarakat”, katanya.

Lebih lanjut dikatakan Hiswana bahwa, “pasokan gas diwilayah Jakbar untuk saat ini cukup. Lebih dari itu pihaknya juga menghimbau para pemilik pangkalan gas Lpg subsidi 3 kg tepat sasaran pada masyarakat kecil para rumah tangga, dan bukan di kosumsi industri”, terangnya.(Dedy)


Kamis, 12 Maret 2015

JAKARTA: Kelurahan Kalideres Adakan Musrembang 2015



JAKARTA- Dalam rangka menampung aspirasi serta keluhan masyarakat dilingkungan, Dodi Ari Wibowo S.Sos selaku Lurah Kalideres yang baru dan Teguh Muldinyanto S.IP Sekretaris Kelurahan, mengajak masyarakat untuk serta aktif menyampaikan aspirasinya dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) 2015 yang diadakan diruangan serba guna Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (12/03/2015).

Turut hadir dalam Musrembang Sekretaris Camat Kalideres, Bangun Kasie Kecamatan Kalideres, Bendahara Kelurahan Yuda Kominko Eka, Kasubag Pujoko, Bimas Winarno, Babinsa Tohari, Kasatgas Pol PP Darsono, H. Amin, dan para tamu undangan Ketua RT dan RW, PKK, LMK, Karang Taruna dan Tokoh masyarakat setempat.

Di hari perdana Dodi Ari Wibowo S.Sos selaku Lurah Kalideres melangsungkan musyawarah Rencana pembangunan (Musrembang) tahun 2015, terdapat beberapa point yang menjadi masukan dari masyarakat diantaranya pentingnya normalisasi saluran air, jalan, tempat penampungan sampah, pengadaan gerobak sampah dan pembinaan bahaya narkoba.

Selain itu Dodi menyampaikan dari berbagai macam program yang di bahas dalam acara Musrembang, permasalahan dari tingkat RT dan RW.

Dikatakan Dodi, dalam acara Musrembang ini sangat diharapkan pemasukan untuk kepentingan bersama yang nantinya hasil Musrembang ini bisa diusulkan, dan mudah-mudahan dapat secepatnya direalisasikan tahun ini.

Selain mengadakan Musrembang, juga digelar lepas sambut dari Mamad SKM kepala kelurahan yang lama kepada Dodi selaku lurah Kalideres yang baru.(Dedy|Ajis)

Rabu, 11 Maret 2015

JAKARTA: Kelurahan Kalideres Akan Menindaklanjuti Adanya Protes Warga Mengenai Sekolah Swasta Santo Paulus


Sekolah Swasta Santo Paulus yang di protes warga sekitar.

JAKARTA- Menanggapi adanya protes warga Blok F RT07-RT08 RW09, Perumahan Citra 1, Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat, tentang keberadaan sekolah swasta Santo Paulus yang berada ditengah pemukiman warga langsung mendapat tanggapan serius dari Teguh Muldiyanto S.IP selaku Sekretaris Kelurahan Kalideres, Rabu (11/03/2015) .

Dikatakan Teguh bahwa surat pelaporan keluhan warga sudah kami terima melalui staf RW09. “Kami akan tindaklanjuti adanya laporan tersebut dan kami akan berkordinasi karena dalam hal ini adalah wewenang kasie pemerintahan”, ujarnya kepada MMN.com saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut dikatakan Teguh, bahwa memang Pemprov DKI memberikan akses untuk pengembang pendidikan memanfaatkan dan menyewa lahan fasum. Namun sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Jika memang sesuai dengan aturan dan kesepakatan ya dilanjutkan, namun jika memang tidak sesuai dengan aturan, apalagi dengan adanya keluhan warga, ya kita tindaklanjuti”, pungkasnya.

Lebih dari itu menanggapi adanya pelaporan tersebut, Teguh didampingi staf kelurahan langsung survei kelokasi untuk melihat keberadaan sekolah tersebut. Namun sangat disayangkan pihak sekolah sedang tidak berada ditempat.(Dedy|Andre)
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com